Minggu, 25 Maret 2012

Tipe-Tipe Stream

Tipe-Tipe Stream yang Umum Digunakan :

  • stream karakter dan byte Kita hanya mengulang perbedaan mendasar antara keduanya. Stream byte adalah abstraksi file atau alat untuk data biner sedangkan stream karakter adalah untuk karakter Unicode.


  • Class InputStream adalah abstraksi class root untuk semua input stream byte sedangkan class OutputStream adalah class root abstraksi dari semua output stream byte. Untuk stream karakter, superclasss yang sesuai dari semua class-class secara berturut-turut adalah class Reader dan the Writer. Kedua class-class ini adalah abstraksi class-class untuk membaca dan menulis stream karakter. Stream juga dikategorikan berdasarkan apakah mereka digunakan untuk membaca atau menulis stream.
  • Node dan Stream Filter adalah Kini package java.io membedakan antara node dan stream filter. Sebuah stream node adalah sebuah stream dengan fungsi dasar berupa fungsi membaca atau menulis dari sebuah lokasi khusus seperti pada disk atau dari jaringan. Tipe-tipe dari stream node terdiri atas file, memory dan jalur data. Stream filter, di lain pihak, diletakkan pada layer stream node diantara threads atau proses untuk menyediakan fungsi tambahan yang tidak dapat ditemukan dalam stream node oleh stream node itu sendiri. Penambahan lapisan pada sebuah stream node disebut dengan stream chaining.

Kamis, 08 Maret 2012

Pengantar GUI pada Java

  • GUI (Graphical User Interface), memungkinkan user untuk berinteraksi dengan komputer secara lebih baik.


  • Pengguna berinteraksi dengan berbagai elemen grafis,diantaranya: button, dialog box, menu, dsb.
  • Sejak 1994 Sun Microsystem berupaya untuk membuat JAVA memiliki perangkat bergaya desktop dengan ToolkitJAVA yang dikenal sebagai AWT (Abstract Windowing Toolkit)


  • Tahun 1997, muncul JFC (Java Foundation Class) untuk kepentingan pembuatan aplikasi Window yang merupakan pengembangan dari AWT.
  • JFC mempunyai kode swing yang terdapat pada package yang disediakan pada JAVA SDK versi 1.2 ke atas (JAVA 2)
  • JAVA menyediakan dua graphical library.
    • AWT (Abstract Windows Toolkit)
    • Swing
  • Contoh:
    •  import java.awt.* ;
    • Import java.awt.event.* ;
    • Import javax.swing.* ;

Program Enkripsi Java

Ini adalah program untuk melakukan enkripsi sederhana dengan menggunakan tampilan grafis java. Simpan file di bawah ini dengan nama file Enkripsi.java. Selamat mencoba
import javax.swing.*;
import java.awt.*;
import java.io.*;
import java.awt.event.*;
public class Enkripsi extends JFrame{
static String teks=”";
private JLabel LabelPesan=new JLabel(“Pesan:”);
private static JTextField TeksImputan=new JTextField(40);
private JLabel LabelPergeseran=new JLabel(“Pergeseran”);
private static JTextField TeksPergeseran=new JTextField(“2″);
private JLabel LabelEnkripsi=new JLabel(“Hasil Enkripsi:”);
private static JTextField TeksHasilEnkripsi=new JTextField(40);
private JButton TombolEnkripsi=new JButton(“Enkripsi”);
private JButton TombolReset=new JButton(“Reset”);
private JPanel PanelPesan_Label=new JPanel();
private JPanel PanelTombol=new JPanel();
public Enkripsi(){ //mengatur GUI
PanelTombol.setLayout(new GridLayout(6,1,30,10));
PanelTombol.add(LabelPesan);
TeksImputan.setToolTipText(“Isi pesan yang akan dienkripsi di sini”);
PanelTombol.add(TeksImputan);
PanelTombol.add(LabelPergeseran);
TeksPergeseran.setToolTipText(“Masukkan pergeseran di sini”);
PanelTombol.add(TeksPergeseran);
PanelTombol.add(LabelEnkripsi);
TeksHasilEnkripsi.setToolTipText(“Anda tidak perlu mengisi bagian ini. Bagian ini akan terisi setelah Anda melakukan enkripsi.”);
PanelTombol.add(TeksHasilEnkripsi);
setLayout(new FlowLayout(FlowLayout.LEFT,10,10));
add(PanelTombol);
TombolEnkripsi.setToolTipText(“Klik untuk melakukan enkripsi pesan”);
PanelPesan_Label.add(TombolEnkripsi);
TombolReset.setToolTipText(“Klik untuk menghapus semua pesan”);
PanelPesan_Label.add(TombolReset);
setLayout(new FlowLayout(FlowLayout.CENTER));
add(PanelPesan_Label,BorderLayout.SOUTH);
TombolEnkripsi.addActionListener(new ActionListener(){
public void actionPerformed(ActionEvent e){
try
{
int pergeseran=Integer.valueOf(TeksPergeseran.getText());
if(pergeseran>0 && pergeseran0){
for(int i=0;i=48 && kode_ASCII=65 && kode_ASCII=97 && kode_ASCII=33 && kode_ASCII=58 && kode_ASCII=91 && kode_ASCII=123 && kode_ASCII<=126)
ArrayHuruf[i]=(char)((kode_ASCII-123+pergeseran)%4+123);
}
}
teks=String.valueOf(ArrayHuruf);
}
else{
JOptionPane.showMessageDialog(null,”Error!!\nMasukkan pesan yang akan dienkripsi dulu”,”ERROR”,JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
}
return teks;
}
}

Class File


Walaupun class File bukan merupakan class stream, ini sesuatu yag penting bahwa kita mempelajari ini sejak class-class stream merupakan file-file yang telah dimanipulasi.
Class adalah sebuah perwakilan dari abstraksi dari file-file nyata dan nama path direktori.

Untuk meng-instantiate sebuah object File, Anda dapat menggunakan constructor berikut ini:

Sebuah Constructor File
File(String pathname)
Instantiate sebuah object File dengan nama path khusus sebagai nama filenya. Nama
filenya mungkin salah satu menjadi penuh( sebagai contoh, isi dengan path yang
lengkap) atau mungkin terdiri atas namafile itu sendiri dan diasumsikan menjadi diisi
dalam direktori tersebut.

Class File menyediakan beberapa method untuk memanipulasi file dan direktori. Berikut
ini beberapa dari method-method tersebut.

Method-method File
public String getName()
Mengembalikan nilai nama file atau nama direktori dari object File ini.
public boolean exists()
Menguji apakah sebuah file atau sebuah direktori masih ada atau tidak
public long length()
Mengembalikan nilai ukuran dari file.
public long lastModified()
Mengembalikan nilai tanggal dalam milidetik ketika file terakhir kali dimodifikasi.
public boolean canRead()
Mengembalikan nilai true jika dijinkan untuk membaca dari file. Sebaliknya, nilai
pengembaliannya bernilai false.
public boolean canWrite()
mengembalikan nilai true jika diijinkan untuk menulis ke sebuah file. Sebaliknya, nilai
pengembaliannya bernilai false.
public boolean isFile()
Menguji apakah object ini berupa sebuah file, yaitu persepsi normal kita tentang apa itu
sebuah file (bukan sebuah direktori) atau bukan.
public boolean isDirectory()
menguji apakah object ini adalah sebuah direktori atau bukan.
public String[] list()
Mengembalikan nilai daftar file dan subdirektori yang ada dalam object ini. Object ini
haruslah berupa sebuah direktori.
public void mkdir()
Membuat sebuah direktori yang merupakan abstraksi nama path ini.
public void delete()
Membuang file atau direktori yang sebenarnya diwakili oleh object File tersebut.


contoh project:
import java.io.*;
public class FileInfoClass {
public static void main(String args[]) {
String fileName = args[0];
File fn = new File(fileName);
System.out.println("Name: " + fn.getName());
if (!fn.exists()) {
System.out.println(fileName + " does not exists.");
/* membuat sebuah temporary directory . */
System.out.println("Creating temp directory...");
fileName = "temp";
fn = new File(fileName);
fn.mkdir();
System.out.println(fileName +
(fn.exists()? "exists": "does not exist"));
System.out.println("Deleting temp directory...");
fn.delete();
System.out.println(fileName +
(fn.exists()? "exists": "does not exist"));
return;
}
System.out.println(fileName + " is a " +
(fn.isFile()? "file." :"directory."));
if (fn.isDirectory()) {
String content[] = fn.list();
System.out.println("The content of this directory:");
for (int i = 0; i < content.length; i++) {
System.out.println(content[i]);
}
}
if (!fn.canRead()) {
System.out.println(fileName + " is not readable.");
return;
}
System.out.println(fileName + " is " + fn.length() +
" bytes long.");
System.out.println(fileName + " is " + fn.lastModified()
+ " bytes long.");
if (!fn.canWrite()) {
System.out.println(fileName + " is not writable.");
}
}
}


Kamis, 22 September 2011

Coding VB.NET - Bubble with Flag

Di bawah ini ada coding membuat bubble with flag menggunakan VB.NET tapi hanya dalam bentuk printscreen :)


Lanjutannya nih... 


Kalo yang ini, form designnya


ntar kalo udah, di run projectnya,
masukkan jumlah datanya lalu klik button SORT
maka, data akan diurutkan secara decending(Z-A)
Jadinya kayak gini...


Coding Piramida Bintang

Di bawah ini Coding ASP.net ---> C# untuk membuat piramida bintang

namespace ConsoleApplication1
{
    class Program
    {
        static void Main(string[] args)
        {

            int tinggi;

            Console.Write("Masukkan tinggi segitiga; ");
            tinggi = Int32.Parse(Console.ReadLine());

            for (int baris = 1; baris <= tinggi; baris++) {
                for (int kolom = 1; kolom <= tinggi - baris; kolom++)
                {
                    Console.Write(" ");
                }
                for(int kolom = 1; kolom < 2 * baris; kolom++)
                {
                    Console.Write("*");

                }
                Console.WriteLine("");
            }

        }
    }
}

Keunggulan ASP.NET


ASP.NET memiliki keunggulan :
  • Penyederhanaan. ASP.NET membuat mudah tugas umum seperti pembuatan form, otentikasi client, validasi data, konfigurasi situs, dan deployment.
  • Perbaikan Performa. Karene ASP.NET dikompilasi ke CLR sehingga performanya lebih baik dari ASP yang interpreter.
  • Form-form Web. Merupakan model pemrograman baru yang menggabungkan aplikasi ASP dengan kemudahan pengembangan dan produktifitas Visual Basic.
  • Kode Nonspaghetti. Model pemrograman ASP.NET memisahkan kode dari presentasi sehingga mempermudah membuat konstruksi dan mengelola kode.
  • Perbaikan Manajemen Status. ASP.NET menyediakan status aplikasi dan sesi yang mudah digunakan. ASP.NET mengatasi keterbatasan tersebut dengan menyediakan dukungan pendistribusian status sesi dalam server web, menaruh informasi status dalam SQL Server, serta menyediakan pengelolaan status tanpa cookies.
  • Pengamanan. ASP.NET menyediakan layanan otorisasi (menentukan apakah pengguna memiliki izin untuk melakukan tindakan yang diminta) dan otentikasi (menentukan identitas pengguna yang melakukan permintaat) yang telah diperbaiki menggunakan CookieAuthenticationModule dan URLAuthorizationModule.
  • Konfigurasi. ASP.NET menggunakan file XML untuk menyimpan pengaturan konfigurasi. Hal ini membuat deployment situs menjadi lebih mudah.
  • Layanan Web. ASP.NET dapat digunakan untuk mengekspos fungsi bisnis ke partner melalui protokol Web standar.
  • Caching. Disediakan mesin caching untuk meningkatkan kinerja aplikasi dan mengurangi beban pemroses server web dan server database.
  • Debugging. ASP.NET memiliki utilitas tracking yang build-in.
  • Deployment. Deployment dapat dilakukan dengan cara menyalin file karena semua pengaturan konfigurasi situs terdapat dalam file XML